Terima Kasih Reinhold – “Big Hug”

Reinhold Fransiscus Pakpahan, memang anak yang rupawan,
Dia suka tolong teman, dia suka bantu kawan,
Si Reinhold anak Tuhan, Si Reinhold anak Tuhan!

11430127_10205786903666110_5680589833767466073_oItu adalah lirik lagu yang saya karang sendiri untuk Reinhold, dan dia sudah menyanyikannya sejak dia belajar menyanyi. Harapan saya adalah bahwa Reinhold akan menjadi orang yang suka menolong dan mengasihi sesamanya manusia. Dalam nasihat yang saya beri, kalau kami sedang bicara berdua, saya mengatakan, “Kalau ada yang perlu bantuan, kamu harus tolong ya nak, kita harus membantu mereka yang kekurangan karena Tuhan baik sama kita. Kita harus sayang sama orang lain.” Kira-kira itulah pesan yang ingin saya tanamkan padanya.

Reinhold adalah anak yang sangat baik, dan saya mungkin mengatakan ini karena saya ayahnya. Dia selalu tersenyum, ceria, sangat ramah terhadap anak-anak yang lain, atau juga orang dewasa. Dia suka sekali memeluk yang lain, anak-anak, orangtua, anjing, karena itu adalah cara kami menunjukkan cinta di rumah. Kami menunjukkan dan mengajarkan bahwa kami mengasihinya dengan memberikan “big hug”.

Tapi ternyata tidak semua orang menyukainya. Ada orangtua lain yang mungkin menganggapnya aneh. Ada anak lain yang heran mengapa Reinhold suka memeluk , bahkan ada yang mendorongnya sampai dia terjatuh. Reinhold menganggapnya sebagai permainan. Setiap dia  didorong dia tersenyum dan kembali mencoba memeluk yang lain menunjukkan bahwa dia mengasihi mereka. Namun, saya melihat bahwa tidak semua orang menyukai konsep ini. Syukurlah Reinhold tidak kecewa karena dia belum mengenal konsep “marah”, “benci”, atau “lawan”.

Saya sebenarnya sedih karena memikirkan bahwa salah satu cara mengatasi penolakan anak-anak yang lain adalah bahwa saya harus mengajari Reinhold untuk tidak memeluk yang lain selain ayah, mama, opung, tante, uda dan bou. Saya harus memikirkan aksi lain (di luar “big hug”) untuk mengajari Reinhold konsep “mengasihi orang lain”. Di pihak lain, saya juga merenungkan apakah kita sedang mengajari anak-anak untuk saling mengasihi, atau justru kita mengajari mereka untuk hati-hati dan curiga terhadap yang lain.

Di sini saya belajar dari kepolosan Reinhold. Dia mengasihi meskipun sudah ditolak yang lain. Dia terus mencoba mengasihi. Dia tidak takut berbagi kasih dengan “big hug” nya terhadap orang yang menolaknya. Bayangkan kasih Allah yang mencoba meraih kita, bahkan ketika kita menghina, menolak, mengingkarinya. Terima kasih Reinhold untuk mengajarkan ayah ketulusan cintamu. “Big hug” Rein!

Viewed 228590 times by 10503 viewers

3 Comments

  1. Anak-anak memang luar biasa amang. Mungkin waktu Anak-anak datang ke Tuhan Yesus waktu itu adalah untuk memeluk Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus memeluk mereka. #ndang tambaan dope anggina tahe amang?

  2. Tina Haisma Saragih

    Semoga sampai dewasa Reinhold tak bosan2nya brbuat baik kepada siapa saja yg membutuhkannya.
    Tapi sebagai ortu menurutku perlu juga belajar cara membela diri, biar ada persiapan klo ada anak/ or lain yg ingin mengganggunya.
    Seperti Stefan anak Reita, ada anak nakal di sekolahnya , mancing2nya untuk berkelahi, tp Stefannya tak bisa membalas, hanya menangis melapor ke gurunya.
    tp gurunya hanya bilang ,memang anak ini agak nakal sudah banyak yg di ganggunya/ di cobanya. Akhirnya Reita, pergi ke ortu anak ini, dan ortunya maksa anaknya paya mintak maaf. Baru dianya mintak maaf dan stefan bilang ok, tp persoalan belum selesai.

    Gara2 ini Jaap dan Reita nyekolahkan anak mereka Stefan dan Maurits ke sekolah untuk supaya bisa membela diri, klo ada serangan.Menurutku , ini penting, jangan se enaknya orng nampar kita tanpa alasan.

  3. usul ‘to. gantinya big hug, big five aja … (* disambit stik drum *)

It will be great to have your reply here