Tentang Ppi Amsterdam

Posted (binsar) in Event, Opinion, Youth Movement on January-10-2008

(Klik di judul foto ini untuk download)  Debat-calon-ketua-ppia.jpg Debat-calon-ketua-ppia2.jpg

‘             Persatuan Pelajar Indonesia Amsterdam (PPIA) adalah organisasi pelajar Indonesia yang beranggotakan para pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di daerah Amsterdam dan Diemen, Belanda. Sebentar lagi akan ada pemilihan Ketua PPIA periode 2008-2009 dengan 3 orang calon: Muhammad Maulana Gibran (Gibran), Kevin Widarta Tjandrawinata (Kevin), dan Dara Rosmailina Pabbitei (Nana). Saya sendiri pernah dicalonkan jadi calon ketua, tetapi karena merasa tidak sanggup dan bertentangan dengan komitmen saya untuk fokus studi tahun ini, akhirnya saya mengundurkan diri.

‘             Saya yakin PPI Amsterdam sebenarnya punya potensi yang lebih besar dari sekedar ngumpul-ngumpul bareng melepas rasa rindu akan kampung halaman. Paling tidak saya tahu bahwa mereka yang berkesempatan untuk belajar di Amsterdam ini minimum memiliki kelebihan-kelebihan ini: lebih pintar (makanya dapat beasiswa), lebih mampu secara finansial (makanya bisa belajar ke sini), lebih memiliki keinginan untuk sukses (makanya rela merantau), lebih gigih (makanya mau berjuang), lebih beruntung (makanya terpilih dari yang lain untuk dapat datang ke sini), lebih mandiri (makanya sekarang sudah bisa masak sendiri hahaha). Nah, mereka yang sekarang ada di sini minimum memiliki satu dari kelebihan-kelebihan di atas.

‘             Ini berarti sumber daya manusia yang ‘memiliki kelebihan’ sudah jadi faktor plus bagi PPIA. Keberagaman anggota dari segi usia, latar belakang pendidikan, sosial ekonomi, budaya, dan sebagainya dapat menjadi kekuatan dan kelemahan PPIA. Namun dengan manajemen sumber daya yang baik, PPIA dapat menjelma jadi satu kekuatan penentu untuk masa depan Indonesia ke depan. Bayangkan kita memiliki anggota yang kelak bisa menjadi salah seorang Menteri di kabinet pemerintahan RI di kemudian hari (salah seorang menteri kabinet SBY adalah lulusan UvA), atau tidak sedikit anggota PPIA adalah dosen di universitas yang bergengsi di tanah air. Dengan berbagai potensi yang sedemikian, kita boleh kumpul bareng di masa studi ini di Amsterdam, sebuah kesempatan yang mungkin tidak kita miliki ketika kita sudah kembali ke tanah air. Ini adalah sebuah potensi besar! Bayangkan calon pemimpin Indonesia masa depan (ata bahkan masa kini) sudah saling berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai gambaran Indonesia masa depan, atau minimum menjadi teman baik sehingga proses birokrasi untuk pembangunan bangsa bisa lebih cepat karena kita sudah saling mengenal sebelumnya.
‘             Namun kenyataan berbicara lain dari data di lapangan. Banyak dari anggota PPIA memiliki kesibukan sendiri yang tidak kalah penting dari ’sekedar ikutan berorganisasi’. Banyak yang bertanya, apa yang sudah PPIA berikan kepada saya? Saat ini memang kelihatannya kontribusi yang diberikan PPIA kurang signifikan, terlihat dari jumlah shout box yang menanyakan informasi di website PPIA yang tidak pernah mendapat balasan berarti. Saya harap siapapun yang terpilih bisa membantu atau minimum merespon mereka yang membutuhkan informasi tersebut. Kalau pelayanan buat anggota diperhatikan dengan baik maka mereka juga dengan spontan akan memberikan karya mereka bagi PPIA.
‘             Meskipun demikian, di tengah harapan dan tantangan, saya yakin, dengan ditunjang program yang baik dan rasa tanggung jawab yang tinggi PPIA dapat dibawa maju ke depan menuju mimpi ini. Saya akan mencantumkan program kerja yang pernah saya rancang dalam rangka pemilihan ketua PPIA yang mana saya mengundurkan diri. Semoga ini membantu siapapun yang terpilih nantinya menerima amanah ini. Sukses buat PPIA!

Program Kerja Binsar Buat Ppia

Read More

Comments:

aRdho on January 17th, 2008 at 11:20 pm #

sorry no attachment match your criteria

binsar on January 18th, 2008 at 12:56 am #

dho, klik kanan aja trus save as. pasti bisa kok.

Viewed 11354 times by 3329 viewers

It will be great to have your reply here