Refleksi 2016

Tahun 2016 adalah tahun yang penuh berkat, seperti tahun-tahun sebelumnya. Banyak pekerjaan dan pelayanan telah dilalui, juga waktu berharga dengan keluarga. Pada tahun 2016, beberapa kegiatan yang patut saya catat adalah: Menjadi pembicara keynote di Conference of Asian Theologians, di Kochi, Keralla, India. Menjadi pengganti Ephorus HKBP, di Central Committee…

Continue reading

Menjadi Idealis dan Realis

Apakah kita harus memilih antara menjadi seorang realis atau idealis? Seorang yang idealis seharusnya tidak mencari hasil yang seadanya, dan seorang yang realis akan selalu mencoba mencari titik temu antara yang seharusnya dan yang sedang dihadapinya. Kita harus menjadi yang mana? Misalnya, dalam pencarian pasangan hidup, seseorang yang idealis akan…

Continue reading

Bersyukur

Beberapa malam sesudah kembali dari Belanda, saya tidak bisa tidur tepat waktu. Mungkin jetlag. Mungkin juga memikirkan banyaknya tugas yang menanti.  Tetapi malam hari yang tenang membuat saya banyak berefleksi dan mengucap syukur atas segala berkat Tuhan. Ternyata bersyukur itu sederhana. Saya bersyukur untuk keluarga, saya bisa memeluk anak dan…

Continue reading

Apa yang Kau Cari, Pendeta?

Wahai pendeta, apa yang kau cari? Aktualisasi diri? Posisi? Atau penambal mimpi karena dulu tak masuk perguruan tinggi negeri?   Wahai pendeta, apa yang kau cari? Nama hebat? Keuangan sehat? Atau pertikaian dengan teman sejawat?   Ah pendeta, bukankah engkau sudah mengikat diri Kepada Sang Empunya hidup ini? Mengabdi, bersaksi,…

Continue reading