Alien? Atau Jangan-jangan…

an old article of mine

Sebuah Karya Fiksi-Ilmiah untuk Lomba Menulis tentang UFO yang diadakan oleh STT Jakarta (2001)

“Alien? Atau Jangan-jangan…..”

Dari jutaan galaksi yang ada di alam semesta ini, di mana pada tiap galaksi juga terdapat jutaan bintang yang memiliki anggota tata suryanya masing-masing, apakah betul hanya planet Bumi yang berada dalam tata surya Matahari, yang berada dalam galaksi Bima Sakti ini saja yang memiliki makhluk hidup? Betulkah ada makhluk hidup lain di luar sana? Pertanyaan yang sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut.

Saya pribadi yakin bahwa alien itu ada. Saya akan menjelaskan pemikiran saya tersebut lebih lanjut dalam tulisan ini. Namun, tulisan ini justru akan berusaha untuk menjelaskan lebih dari sekedar apakah alien itu ada atau tidak. Saya akan berusaha menjelaskan sesuatu yang sudah menggelitik saya semenjak beberapa tahun belakangan ini mengenai alien, kita, dan asal-usul kita semua.

Perkembangan tekhnologi yang begitu pesat belakangan ini telah memunculkan permainan-permainan dunia maya, yang juga mengandaikan kita sebagai penguasa atau pengendali dari sebuah klub sepakbola, perusahaan penerbangan, rumah makan, hingga menjadi raja dari sebuah kerajaan, atau bahkan menjadi seorang penguasa atas sebuah planet tertentu. Semakin miripnya fasilitas game tersebut dengan kenyataan hidup kita sekarang membawa sebuah pertanyaan penting, kalau kita bisa menciptakan game yang sedemikian, apakah tidak mungkin jika memang ada makhluk lain, yang memiliki intelegensia jauh di atas kita, yang menciptakan game serupa, dan kita sebenarnya adalah permainan itu sendiri!!!! Pertanyaan yang menarik bukan. Saya akan memaparkan koneksinya dengan keyakinan saya bahwa alien itu memang ada dan hubungannya dengan permainan rekayasa tekhnologi tingkat tinggi dalam tulisan berikut ini.

Perkembangan Teknologi
Belakangan ini dalam game-game, baik itu untuk komputer yang on-line (secara interaktif melalui internet) ataupun dengan CD-ROM, dan juga untuk game player seperti Sony Playstation, Super Nintendo, Sega, dan jenis game-player yang lainnya, sedang berkembang sebuah trend baru. Trend yang berkembang adalah permainan-permainan yang menggambarkan, atau katakanlah memberikan kesempatan kepada para pemainnya untuk menguasai sesuatu. Hal menguasai ini bisa dilihat dari contoh permainan seperti Championship Manager yang memberikan kesempatan kepada para pemainnya untuk menjadi seorang manajer tim sepakbola, Airport Tycoon (manajer sebuah perusahaan penerbangan), sampai permainan seperti SimCity (menjadi serang walikota yang mengatur pembangunan sebuah kota), Perang Kurusetra (sebuah game online di mana kita menjadi seorang raja yang mengatur sebuah kerajaan sendiri), hingga Darkgalaxy (sebuah game interaktif yang mengandaikan kita menjadi seorang penguasa planet, bahkan penciptanya). Game terakhir ini mengandaikan bahwa kita menjadi seorang pengatur planet, dalam hal membangun koloni, pembangunan rumah, pemanfaatan sumber daya alam, hingga bagaimana kita pada akhirnya akan berperang dengan planet lain untuk menjadi penguasa yang lebih besar daerah kekuasaannya. Semua contoh permainan di atas adalah permainan yang sangat digemari belakangan ini. Semakin maraknya permainan sejenis mungkin disebabkan oleh rasa ingin menguasai yang ada di dalam manusia itu sendiri, sehingga perasaan tersebut dipuaskan oleh game-game tersebut.

Terima kasih atas kemajuan teknologi, game yang diciptakan pun semakin canggih dan semakin nyata. Terutama dalam sepuluh tahun terakhir, terjadi perkembangan yang cukup signifikan dalam permainan tersebut. Mereka terasa lebih realistis dan semakin mendekati kehidupan nyata kita sendiri. Di dalam game SimCity, kita bisa melihat bagaimana sebuah kota menjadi tumbuh karena kemahiran kita membangun kota tersebut. Bahkan kita memiliki kemampuan untuk menciptakan bencana bagi kota tersebut. Dalam game Darkgalaxy, kita memulainya dengan menguasai sebuah planet dan bertanggungjawab atas pertumbuhan planet tersebut. Planet ini berada dalam galaksi-galaksi yang sangat luas, yang sudah dihuni, dan masih kosong, menunggu adanya pemain lainnya.

Melihat perkembangan dunia tekhnologi yang sangat pesat dalam seratus tahun belakangan ini, maka perkembangan tekhnologi permainan sejenis juga akan menjadi sangat intens. Bisa jadi bahwa game itu akan menjadi sangat hidup, sehingga manusia, atau makhluk apapun yang kita mainkan itu benar-benar hidup di dalam dunia maya. Dan semua itu tergantung kepada kemahiran sang programmer dan tentunya orang yang nantinya akan memainkannya.

Sistem yang begitu teratur tersebut bisa saja dibuat melalui rekayasa tekhnologi yang sedemikian canggih, sehingga menjadi begitu nyata. Bagi kita yang pernah menonton film serial Star Trek, tentu masih segar dalam ingatan kita, bahwa di dalam pesawat tersebut, ada sebuah ruangan simulasi, yang berfungsi sebagai sarana penyegaran bagi para kru-nya. Ruangan tersebut mampu menampilkan sebuah simulasi yang sangat nyata, begitu nyata sehingga sang pemain (yang menjalankan program tersebut) secara langsung dapat merasakan kontak fisik dengan simulatornya, dengan pemilihan bebas akan simulasi apa yang akan dipilih tersebut. Bukan mustahil, hal itu mungkin saja dicapai dengan menggunakan tekhnologi tingkat tinggi.

Semua yang diciptakan dalam program-program permainan itu memiliki siklus sendiri, yang teratur sedemikian, sehingga terlihat sangat nyata. Keteraturan tersebut ternyata tercipta oleh tekhnologi yang canggih, yang dibuat untuk memuaskan hasrat ingin menguasai yang ada di dalam diri manusia itu sendiri.

Sebuah Sistem Yang Teratur

Alien. Unidentified Flying Object. Extra Teresterial. Semua arti tersebut merujuk kepada sebuah arti yang sama. Sebuah benda asing, yang dikatakan berasal dari luar planet kita, atau bahkan dari luar tata surya kita, atau lebih jauh lagi mungkin saja berasal dari luar galaksi kita. Fenomena yang belakangan ini mulai marak lagi, paling tidak di STT Jakarta, telah mengundang banyak pertanyaan. Siapakah sebenarnya mereka? Apakah kita bisa berkomunikasi dengan mereka? Dari mana datangnya mereka? Atau, untuk lebih teologis lagi, apakah Sang Pencipta juga menciptakan mereka? Atau, jangan-jangan, merekalah yang menciptakan kita.

Hal yang terakhir ini sudah agak sering diungkapkan melalui penelitian- penelitian yang membuktikan bahwa hanya ada sedikit perbedaan antara sel DNA kita dan hewan mamalia lainnya – seperti orang utan sebagai spesies yang pola DNA-nya paling dekat dengan manusia. Pola DNA manusia tersebut bisa saja merupakan hasil rekayasa genetika yang mutakhir dari para alien tersebut yang menginginkan sebuah makhluk sempurna yang “serupa dan segambar dengan mereka”.

Pada mulanya bumi ini hanyalah sebuah bola api yang tidak mungkin dapat dihuni oleh makhluk apapun (mahkluk yang ada dalam pengertian/pengetahuan yang dimengerti manusia sampai saat ini). Kemudian terjadi proses pembekuan. Bumi beristirahat, dan menjadi sangat dingin untuk bisa dihuni oleh makhluk hidup. Proses ini terjadi berulang-ulang sehingga kerak bumi terbentuk. Di lapisan kerak tersebutlah kita nantinya tinggal. Kerak dan air mulai dipisahkan. Tumbuh-tumbuhan bersel satu mulai hidup di lautan dan sejak itulah kehidupan resmi dimulai.

Dari tumbuhan bersel satu itu (juga sebuah teori yang belum tentu sepenuhnya benar), dunia berkembang. Tumbuhan tersebut ternyata berevolusi menjadi spesies-spesies baru. Mulai dari spesies bersel satu hingga spesies raksasa yang hidup dan menguasai bumi, yaitu dinosaurus. Bangsa dinosaurus hidup dan menguasai bumi mulai jutaan tahun yang lalu. Bangsa dinosaurus juga berkembang dan berevolusi, bersama dengan spesies kelas rendah seperti mamalia.

Namun, sejarah berubah. Boom, sebuah meteor raksasa jatuh ke bumi dengan kecepatan yang sangat tinggi (dengan mengasumsikan bahwa teori mengenai meteor besar yang menabrak bumi itu adalah benar). Efek dari benturan tersebut adalah langit yang tertutup oleh lapisan debu, sehingga sinar matahari tidak dapat menembus bumi. Makhluk raksasa penguasa bumi itu pun tidak dapat bertahan tanpa sinar matahari. Dinginnya bumi pada waktu itu ternyata menghapuskan bangsa dinosaurus sampai mereka semua punah.

Apakah benar mereka semua punah? Tidak. Tidak semua. Justru binatang-binatang “kelas rendah” yang dapat bertahan. Mamalia dan beberapa jenis spesies bertubuh kecil lainnya berhasil selamat dari malapetaka tersebut. Mamalia ini yang diyakini kemudian berevolusi menjadi spesies-spesies lain dan akhirnya menjadi manusia. Itulah kita sekarang.

Manusia juga berkembang. Mulai dari manusia yang memiliki porsi terngkorak bagian mulut yang lebih besar dari tengkorak kerangka otak, australopithecine hominid, sampai kepada manusia modern sekarang yang memiliki porsi kerangka otak lebih besar dari mulutnya. Hal ini diyakini oleh beberapa orang bahwa ini menunjukkan kalau dulu pemenuhan kebutuhan utama adalah untuk mulut, yakni makanan, sehingga porsi tengkorak bagian mulut lebih besar dari otak. Manusia sekarang banyak menggunakan otaknya, sehingga porsi tengkorak untuk otak lebih besar daripada untuk mulut. Ada juga yang beranda-andai kalau nantinya penggunaan otak menjadi lebih intens, maka rupa kita sekarang bisa jadi akan seperti gambaran the little green man di film E.T., yang memiliki otak lebih besar daripada manusia ‘normal’.

Tubuh manusia sendiri terdiri dari sistem-sistem yang saling menunjang.  Sisem-sistem itu sudah diprogram akan menjadi tua dan akhirnya akan habis masa pakainya. Sistem yang kurang lebih sama juga berlangsung kepada spesies lain, meski ‘masa pakai’ semua sistem tersebut tidak sama. Dari sini timbul juga pertanyaan, dari mana sistem itu bisa tercipta? Siapa yang telah menyetel segala pertumbuhan manusia dan spesies-spesies lainnya di muka bumi ini sehingga menjadi seperti apa kita sekarang ini? Siapa yang mengatur ‘masa pakai’ kita, sehingga ketika ‘masa pakai’ tersebut sudah kadaluwarsa, kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk memperpanjangnya (ini yang sering disebut orang dengan maut)?

Bumi pada akhirnya akan menjadi tua. Bumi, dan planet-planet lain di tata surya kita juga akan menua. Pada akhirnya bumi akan mati. Matahari, sebagai salah satu bintang yang ada, juga akan mati. Banyak bintang lain yang juga akan mati, namun alam semesta juga akan terus bereproduksi. Galaksi-galaksi yang ada juga memiliki sistemnya sendiri, yang mengatur ‘masa berlaku’ dari setiap anggotanya.

Pertanyaan yang bisa diajukan kepada hal-hal di atas adalah, siapa sebenarnya perancang dari keseluruhan alam semesta yang sangat teratur ini. Ada yang mengatakan bahwa alam semesta bisa ada dengan sendirinya, dan alam terus bereproduksi. Teori big bang (meski belum diakui kebenarannya secara mutlak) mengatakan bahwa dari sebuah materi tunggal yang kemudian pecah, alam ini terbentuk. Materi-materi yang kemudian saling mengikat dalam putaran-putaran tersebut akhirnya menjadi teratur dan membentuk sebuah sistem. Namun, apakah benar bahwa alam itu adalah prima causa? Apakah benar bahwa alam itu, yang sangat teratur dengan segala isinya, langsung ada begitu saja tanpa ada yang turut ambil bagian dalam pembentukannya?

Sistem tata surya sudah teratur sedemikian rupa sehingga kita dapat hidup dalam sebuah siklus perputaran yang sangat sistematis. Bintang yang dikelilingi oleh planet-planet dalam tata suryanya, planet yang juga memiliki satelitnya sendiri, yang di Bumi kita sebut bulan. Rotasi dan revolusi yang dialami oleh semua anggota tata surya kita, bahkan dikatakan juga kalau seluruh tata surya juga bergerak menjauhi pusaran galaksi kita Bima Sakti. Itu semua hendak menunjukkan bahwa ada sebuah hal yang teratur yang berjalan seperti sebuah sistem. Bahkan ada juga yang pernah mengatakan bahwa alam semesta ini seperti kode-kode komputer yang teratur yang menunggu untuk dipecahkan.

Apa yang digambarkan di atas menunjukkan sebuah proses pertumbuhan yang ‘normal’. Sebuah proses dari bumi kita, di mana semua terlihat berjalan apa adanya ini, kita beri nama evolusi. Apakah benar semuanya berjalan dengan normal? Apakah benar pertumbuhan kita itu berjalan apa adanya?

Beberapa Kebetulan?

Rapi dan sistematis. Itu adalah kesan yang kita dapat dari keteraturan alam semesta ini. Seperti sebuah program yang teratur, kehidupan kita juga teratur. Tubuh diprogram untuk memiliki sistem pencernaan yang baik, kita makan dan kita juga mengeluarkan, alam yang teratur, dan evolusi yang berjalan sesuai dengan tuntutan alam bagi survival for the fittest.

Pertumbuhan alam semesta sepertinya sudah diatur sedemikian rupa, sehingga menjadi sebuah keteraturan yang sinambung. Namun, di dalam game Darkgalaxy, planet-planet yang diciptakan di dalam dunia maya tersebut juga berkembang secara teratur. Planet-planet dibagi-bagi atas daerah kekuasaan, bahkan tiap galaxy memiliki aliansinya masing-masing. Tiap mahkluk planet berbeda, tergantung pilihan sang penguasa planet. Kepintaran tiap makhluk juga berbeda, karena ada yang memulai game tersebut lebih dahulu, dan ada yang lebih belakangan. Sama seperti usia tiap planet yang berbeda, usia tiap bintang yang berbeda, dan usia tiap galaksi yang tidak sama, maka game tersebut juga memiliki pilihan permainan yang serupa.

Bangunan piramida dan Sphinx di Mesir dikatakan memiliki kesamaan dengan bentuk wajah dan piramida di planet Mars. Bahwa sebenarnya usia Sphinx lebih tua 2000 tahun daripada apa yang diperkirakan – seperti apa yang diulas pada NBC-TV, 10 November 1993 – dan itu berarti bahwa ada yang lain selain orang Mesir yang membangun bangunan tersebut. Menarik, ketika di dalam game SimCity, ada sebuah option di mana kita bisa menaruh bangunan apa saja, yang ada dalam daftar, sehingga sah-sah saja ketika gedung WTC (tadinya) dari New York, Cathedral dari Roma, Taj Mahal dari India, Opera House of Sydney dari Australia, semua bisa berada pada tempat yang sama.

Kemudian bagaimana dengan fenomena-fenomena UFO? Apakah penculikan-penculikan yang dialami oleh para makhluk asing itu benar-benar ada?  Siapakah mereka? Apa hubungannya dengan kita?

Seperti yang diungkapkan di bagian awal tadi, alien (dalam pengertian makhluk asing yang bukan berasal dari dalam Bumi) memang ada. Tetapi kehadiran mereka juga mungkin tidak lebih dari sebuah program komputer juga. Penguasa mereka berbeda dengan penguasa kita. Di dalam galaksi yang tengah menjadi permainan ini, mereka yang bertekhnologi lebih tinggi ingin menguasai planet yang lebih kecil dan lebih rawan untuk diserang. Bumi kita bertumbuh dengan lambat, yang mungkin dikarenakan oleh penguasa kita lebih lambat mendaftar ikut permainan ini. Namun serangan-serangan tersebut dapat ditangkal dengan aliansi antar pemain yang kemudian mengeluarkan makhluk-makhluk mereka juga untuk menjaga daerah aliansi mereka.

Beberapa bencana yang ada pada awal-awal usia bumi sebenarnya merupakan hasil dari pertempuran perebutan daerah koloni antar-planet di dalam game tersebut. Sebenarnya bumi kita ini sudah pernah diambil-alih oleh penguasa lain. Dulu, ketika dinosaurus berkuasa di atas muka bumi, penguasa kita adalah penguasa yang memilih makhluk dinosaurus. Tetapi di dalam proses peperangan, dia kalah, dan diambil alih oleh penguasa kita sekarang melalui sebuah proses pemusnahan lewat meteor raksasa, yang cenderung memilih mamalia sebagai ‘makhluk favoritnya’. Kemudian proses perkembangan diawasi oleh sang penguasa tersebut. Ketika dalam masa perkembangan, penguasa kita menjalin kerjasama dengan penguasa lain yang berada dalam koloni yang sama untuk mengembangkan makhluk kelas rendah seperti mamalia tersebut. Perkawinan silang antar makhluk menghasilkan manusia yang berbeda strukturnya dengan makhluk-makhluk lain di bumi ini. Perkawinan ini juga menghasilkan beberapa ras yang berbeda karena para alien yang datang berasal dari bermacam-macam planet dalam koloni yang sama. Ini semua dimungkinkan melalui option yang ada dalam pilihan game komputer tersebut.

Yang bisa lebih mengejutkan adalah ketika di dalam peristiwa-peristiwa yang dicatat oleh Akitab, ada beberapa hal yang sepertinya mirip dengan permainan komputer yang menggelitik pemikiran penulis. Coba kita lihat kembali peristiwa keluaran. Ketika Musa dan Harun sedang memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, Allah dikatakan menyertai mereka berupa tiang awan dan tiang api. Tetapi kenapa di dalam perjalanan tersebut, terkadang muncul keluhan-keluhan yang oleh umat Israel dirasakan sebagai tidak hadirnya Allah di situ? Kenapa mereka bisa kelaparan, diserang ular, dan sesudah mereka berseru, baru Allah datang dan menolong? Apakah Allah sebenarnya sedang bersama dengan mereka atau tidak? Peristiwa ini sama seperti ketika seorang pemain komputer sedang tidak log in, dalam artian, dia sedang membiarkan game itu berjalan, dan dia sedang tidak aktif. Ternyata ketika dia tinggalkan, permainannya agak terganggu, karenanya dia kembali membereskannya. Peristiwa-peristiwa seperti ini sering terjadi di dalam hidup kita juga. Kadang-kadang kita merasa Sang Pencipta sedang berada bersama kita, di lain waktu kita merasa bahwa Dia sedang tidak bersama kita. Jika kita merasa bahwa Dia sedang tidak bersama kita, itu karena Dia memang sedang tidak log-in!!!!

Alien Atau Program Permainan Rekayasa Tekhnologi Tingkat Tinggi?

Apakah alien itu ada? Bagaimana bentuk mereka? Siapakah sebenarnya mereka? Apakah kita bisa berkomunikasi dengan mereka? Dari mana datangnya mereka? Apakah Sang Pencipta juga menciptakan mereka? Atau, jangan-jangan, merekalah yang menciptakan kita. Beberapa pertanyaan di awal ini bisa dijelaskan melalui sebuah trik rekayasa tekhnologi tingkat tinggi seperti yang telah diuraikan di atas.

Alien memang ada. Dia sama seperti kita. Mahkluk yang dipilih oleh penguasa (baca: pemain game tersebut) tertentu, yang kadang-kadang bersinggungan dengan kita dalam pertemuan antar koloni tersebut. Bagaimana bentuk mereka? Berbeda-beda. Tergantung kepada karakterisasi makhluk yang dipilih tersebut. Manusia adalah tipe pekerja. Alien yang sering digambarkan dengan kepala besar, mata bulat dan hitam, adalah kelas pemikir. Masing-masing memiliki kelebihannya tersendiri, tetapi kita tetap berada dalam satu aliansi yang sama. Kadang-kadang ada juga makhluk lain yang menyerang kita untuk mengambil alih planet ini. Namun jangan khawatir, karena 1 jam log-in permainan sama dengan 1000 tahun pada manusia dengan opsi untuk mempercepat game juga (ingat nas Alkitab yang menyatakan bahwa satu hari bagi Allah sama dengan 1000 hari bagi manusia!!!), jadi penyerangan biasanya dilakukan satu kali tiap hari waktu sebenarnya (waktu pengguna game), dan satu hari itu sepertinya masih lama sekali. Paling tidak dalam jangka waktu kehidupan kita sekarang ini, kita tidak akan merasakan lagi usaha pengambilalihan planet ini.

Kita bisa berkomunikasi dengan alien ketika pendidikan kita juga semakin tinggi. Alien yang sekarang sering datang ke planet kita sebenarnya sedang ikut membantu kita karena kita berada dalam satu aliansi. Mereka ikut membantu proses evolusi, proses pendidikan (itulah sebabnya 100 tahun terakhir tekhnologi kita semakin maju, karena campur tangan user lain yang ingin memperkokoh aliansinya.

Kenapa kita belum bisa menjelajah ke luar angkasa yang letaknya ada dalam hitungan puluhan tahun cahaya? Karena pendidikan kita masih belum cukup, dan nantinya kita tetap akan berkembang ke arah situ. Dan ketika kita sudah dapat melakukannya, maka komunikasi akan terjalin dengan aliens (:jamak) tersebut.

Alien memang ada. Namun dia juga sama dengan kita, mahkluk-mahkluk yang kemungkinan sebenarnya adalah hasil rekayasa permainan tekhnologi tingkat tinggi yang diciptakan bagi pemuasan kebutuhan user kita untuk menguasai. Siapa user kita itu? Mungkin dia tidak begitu berbeda dengan kita, karena dia mendesain gambar-gambar makhluk sesuai dengan karakterisasi yang dikenalnya melalui lingkungannya, sama ketika kita membuat game permainan yang bertujuan untuk mengatur kehidupan manusia rekaan kita lainnya di dalam permainan komputer.

Menarik, ketika kita sedang memainkan game SimCity, ketika tahun permainan mencapai tahun 2000, dan pusat sains diciptakan, salah satu penelitian yang sedang dikembangkan di dalam sains-centre itu justru permainan SimCity versi 3000!!!! Ini bisa jadi menjawab mengapa kita bisa menciptakan permainan-permainan seperti itu, padahal kita sendiri adalah permainan!!!!


Betulkah Kita “Ada”?
Setelah pemaparan di atas, apakah kita menjadi tergelitik dengan pertanyaan eksistensial judul dari sub-bagian ini? Apakah kita benar-benar ada? Atau ‘keadaan’ kita hanyalah sebuah rekayasa tekhnologi tingkat tinggi yang merupakan sebuah game bagi user yang menguasai kita tersebut? Kalau begitu, siapakah alien itu sebenarnya? Apakah alien itu adalah makhluk hidup lain yang berasal dari alam semesta, yang bisa jadi adalah permainan ini, atau haruskah kita menyebut user kita tersebut alien?

Apakah alien itu benar-benar ‘ada’ atau jangan-jangan dia dan kita juga sebenarnya sebuah hasil rekayasa genetika tingkat tinggi di dalam sebuah permainan tekhnologi mutakhir? Ini adalah sebuah pertanyaan yang akan terus menggelitik penulis.

Sebagai penutup, penulis ingin mengajak kita semua merenung sejenak, apakah betul, ketika kita sedang bermain, memainkan salah satu permainan yang mengandaikan bahwa kita adalah penguasa dari sebuah hal, baik itu klub sepakbola, sebuah kota, atau planet, permainan yang sedang kita mainkan itu tidak memiliki perasaan dan pikiran seperti kita juga? Jangan-jangan ketika kita sedang memainkan game-game tersebut, user kita juga sedang memainkan kita! Dan itulah alien kita yang sebenarnya!

Viewed 10739 times by 3393 viewers

4 Comments

  1. kenapa ada lomba menulis tentang UFO ya di STT Jakarta?

  2. issuenya dulu, yg ngadain juga setengah alien hahaha…

  3. Wahahaha, ngakak abis…
    Pernah gak terbayang kalau Tritunggal adalah multi akunnya Dia? Yuk sama2 merenung Hehehe

  4. Satu orang tiga email :D

It will be great to have your reply here