Refleksi 2016

edited_img_20161002_1848561Tahun 2016 adalah tahun yang penuh berkat, seperti tahun-tahun sebelumnya. Banyak pekerjaan dan pelayanan telah dilalui, juga waktu berharga dengan keluarga.

Pada tahun 2016, beberapa kegiatan yang patut saya catat adalah:

  1. Menjadi pembicara keynote di Conference of Asian Theologians, di Kochi, Keralla, India.
  2. Menjadi pengganti Ephorus HKBP, di Central Committee Meeting, di Trondheim, Norwegia, di mana saya juga menyampaikan salah satu Penelaahan Alkitab di ibadah pagi.
  3. Menjadi pembicara tema Sinode Godang HKBP ke-63, di Sipoholon, Tapanuli Utara.
  4. Menjadi orator ilmiah Dies Natalis STT Jakarta ke-82.

Di samping itu, saya juga menyelesaikan beberapa artikel yang sudah diterbitkan di jurnal ilmiah, dalam buku, menerbitkan buku The Power of Shame, turut serta dalam berbagai pelayanan ke penjara, rumah sakit, memimpin retreat dan pembinaan, panti asuhan, dsb. Saya juga memulai proyek penelitian habilitasi saya di 2016, di Fakultas Teologi Protestan, Westfälische Wilhems-Universität, Münster, Jerman.

Beberapa peristiwa besar juga terjadi di 2016, perkembangan politik identitas yang semakin menguat membuat Inggris melepaskan diri dari EU (tentu dengan alasan ekonomi dsb.), lalu kemenangan Donald Trump, dan semakin menguatnya paham sektarian di Indonesia.

2016 juga membuka mata saya terhadap beberapa kekurangan diri saya, dan saya akan berusaha untuk mengubah apa yang bisa saya ubah dan menerima apa yang tidak bisa saya ubah.

Sebagai keluarga, kami juga mengambil waktu luang untuk berlibur bersama ke Jogyakarta, Bali, dan Balige. Waktu bersama keluarga adalah waktu yang sangat saya syukuri.

Kiranya Tuhan menyertai keluarga saya, supaya kami bisa menjadi pelayan yang memberi hasil bagi kemuliaan nama Tuhan.

Viewed 19322 times by 1745 viewers

It will be great to have your reply here