Memilih untuk Beribadah Kepada-Nya

(Yosua 24:1-2a; 14-18)

Apa alasan orang untuk memilih pasangannya? Ada yang memilih supaya mendapatkan pasangan hidup; supaya mendapatkan kebahagiaan; supaya tidak hidup sendiri; karena dia membuatku bahagia; dan lain sebagainya.

Coba perhatikan, apakah alasan anda memilih sesuatu lebih banyak diawali dengan “karena” atau “supaya”? Mana alasan yang lebih kuat di antara keduanya?

Kata “supaya” digunakan karena ada ekspektasi/ harapan yang akan diambil untuk diri sendiri dari pemilihan tersebut. Sementara kata “karena” kita gunakan ketika ada sesuatu yang telah terjadi yang membuat anda memilih hal tersebut. Singkatnya:

“supaya” = harapan masa depan;

“karena” = membalas apa yang telah terjadi.

 

Demikian juga kita memiliki berbagai alasan untuk memilih Tuhan. Apakah alasan kita lebih banyak diwarnai kata “karena” atau “supaya”?

Dialog yang kita lihat di Yosua 24 adalah pembaruan perjanjian antara Yosua dan umat Israel. Di akhir masa pelayanannya, Yosua meminta bangsa Israel untuk memperbarui perjanjian mereka dengan Allah. Yosua kemudian mengingatkan dan menjelaskan bahwa Allah memilih Israel yang dulu menyembah bangsa lain hanya karena kasih-Nya semata (24:2-13).

Setelah menjelaskan karya Allah akan pemanggilan Israel, Yosua meminta Israel untuk, “Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN” (24:14). Yosua kemudian mengatakan kepada Israel bahwa perjanjian mereka dengan Allah bukanlah paksaan dan mereka bebas keluar dari perjanjian yang lama. Mereka boleh memilih untuk tidak beribadah kepada Allah, namun Yosua dan seisi rumahnya akan tetap beribadah kepada Allah (24:15).

Israel kemudian menyatakan bahwa mereka tetap memilih Allah (24:16), dengan alasan:

“24:17 … telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui, 24:18 TUHAN (telah) menghalau semua bangsa dan orang Amori, penduduk negeri ini, dari depan kita.”

Empat kali Israel mencantumkan kata “telah” yang berarti mereka memilih Allah “karena” tindakan Allah. Yosua sendiri kemudian kembali menantang Israel untuk memastikan jawabannya di ayat 22, seolah-olah memastikan supaya Israel memahami apa yang menjadi pilihan mereka. Israel tetap memilih untuk melayani (kata beribadah (na·‘ă·ḇōḏ) di ay. 18 bisa diterjemahkan menjadi melayani) Allah.”

Israel sadar akan karya besar Allah dalam hidup mereka dan memutuskan bahwa mereka akan setia kepada Allah.

Pertanyaan kepada kita adalah, apakah kita sudah betul-betul merenungkan karya Allah dalam hidup kita dan memilih KARENA Dia baik, atau SUPAYA kita beruntung dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik? Jika kita bisa bersyukur akan segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita, tentu kita akan condong untuk mengatakan karena Allah baik, saya akan beribadah kepadaNya. Sadarilah karya Allah dalam hidup kita, dan katakanlah, “…aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” KARENA Tuhan baik.

Pdt. Binsar J. Pakpahan

Viewed 60306 times by 4799 viewers

One Comment

  1. Oh my God
    Bagus-bagus kali bang postingan mu

It will be great to have your reply here