Terima Kasih Reinhold – Kisah Jahitan di Kepala

20141118_165933Selagi menunggu bertemu dengan Pdt. Arthur di daerah Menteng, saya menerima telepon dari mama Rein, “Pa, si Rein jatuh, kepalanya berdarah. Cepatlah pulang.”

Segera saya batalkan janji dan menuju rumah sambil mengatur janji untuk bertemu di depan Megaria supaya kami bisa segera ke RS Carolus.

Reinhold sudah tenang ketika kami sampai ke rumah sakit, hanya dahinya masih ditutup oleh sapu tangan bersih untuk menghentikan darahnya.

Ketika dokter UGD memeriksanya, dahinya Reinhold robek dan harus dijahit sebanyak 3 jahitan. Saya memegang badannya, mamanya memegang kakinya, dan seorang suster memegang kepalanya selagi Reinhold dijahit.

Reinhold menjerit sekeras-kerasnya ketika dia dijahit, dan dia mengeluarkan kata-kata yang sepertinya sedang mengomeli saya karena dia melihat saya memeganginya dan tidak menolongnya. Hati saya sedih sekali menyaksikan kesakitannya, tapi dia memang harus dipegang supaya dokter bisa menjahit lukanya dengan tenang. Setelah selesai, dia kembali mengomeli saya ketika saya mengendongnya.

“Pak, blablablabal…awalalalwbadabalda…” ujarnya sambil menangis. Semua orang di UGD tersenyum melihat omelannya.

Saya menggendongnya sampai dia tertidur 5 menit kemudian. Pasti dia lelah.

Bukankah kita juga seperti Reinhold?

Ketika kita kesakitan, kita menjerit, marah, kesal, bahkan mungkin dendam karena kita melihat Tuhan tahu bahwa kita sedang kesulitan tapi pertolongan-Nya tak kunjung datang. Tapi, bisa jadi Tuhan sedang memegangi kita ketika kita sakit, mendiamkannya, justru supaya luka kita sembuh. Kita mungkin tidak bisa memahaminya, namun kesakitan kita ada untuk mencegah munculnya rasa sakit yang lebih besar lagi. Ketidakmengertian kita bukan berarti ketidakperdulian Tuhan. Mungkin Tuhanpun sedang memegangi kita dengan rasa perih karena kesakitan kita, namun Dia tahu bahwa itu akan menyembuhkan kita dari penyakit yang lainnya.

Terima kasih Rein.

Viewed 6266 times by 1580 viewers

7 Comments

  1. Bro BP, pengalaman yg sama aku alami satu bulan lalu thdp putriku pada usia 20 bulan. Hancur hati ini… Untungnya lah tdk apa2. Semoga kita selaku orang tua semakin hati2 menjaga anak yg Than titipkan kepada kita.

  2. Betul bro, sedih sekali rasanya kalau kejadian seperti ini menimpa anak2 kita.

  3. so, be wise to be a child for Him and learn more from fragile innocent children to depend more..:)

  4. Thank you.

  5. Bang bin, Tulisan abang rata-rata hampir sama seperti renungan saat teduh yand dicetak oleh BPK Gunung Mulia
    really like it,

  6. Thanks badiacoolonline ;)

  7. adoowwwww reinholddddd … semoga udah baikkan ya bekas lukanya :( . hmm, dr seorang anak kecil, ada banyak hal yang bisa dipetik dan dipelajari trus berakhir pada tulisan. hebat ! musti sering2x maen lah kalo gitu ‘to sm si reinhold. kurangin ke luar negeri-nya (loh ?! :D ). kisah2x si reinhold bisa jd ilustrasi kotbah dong ya ?! widiiihhhh, mantep si reinhold lah ! :)

It will be great to have your reply here