Banyak yang Dipanggil Sedikit yang Dipilih

dorta+binsar wedding day2_115Banyak yang Dipanggil Sedikit yang Dipilih

Matius 22:1-14

Pernahkah anda mempersiapkan sebuah pesta pernikahan? Banyak sekali hal yang harus disiapkan. Ketika kami mempersiapkan pesta pernikahan kami di Maret 2012, banyak sekali hal yang harus kami perhatikan dalam hal undangan resepsi. Berapa orang yang harus diundang? Berapa jumlah undangan yang harus dicetak? Berapa orang yang harus diundang namun tidak akan datang? Berapa orang yang akan datang? Berapa kapasitas gedung? Berapa banyak kapasitas makan orang yang akan datang karena berhubungan dengan berapa makanan yang harus disiapkan? Berapa suvenir yang harus disiapkan? Semua ini menyita waktu dan perhatian kami sehingga kami hampir lupa bahwa kami juga harus mengurus diri sendiri karena kamilah yang akan menikah.

Berangkat dari pengalaman sendiri dan pengalaman orang-orang lain saya melihat ada beberapa kategori undangan. Pertama, kategori undangan VIP. Mereka adalah tamu-tamu yang diharapkan datang namun belum tentu akan datang karena kesibukan mereka. Kedua, kategori tamu biasa. Tamu ini adalah orang-orang yang ada dalam daftar undangan pesta-pesta sebelumnya, sehingga mereka memang harus diundang. Ketiga, kategori tamu yang harus diundang namun pasti tidak datang. Mereka adalah orang-orang yang akan marah kalau tidak menerima undangan, namun mereka sendiri hampir pasti tidak akan datang. Undangan buat mereka adalah tanda bahwa mereka tidak dilupakan. Keempat, kategori tamu tak diundang. Mereka adalah orang-orang yang merasa dekat dengan kita, dan mereka akan datang, dengan atau tanpa undangan. Undangan buat mereka hanya formalitas, mereka datang karena hubungan dekat yang mereka rasakan dengan yang berpesta.

Mengurus pesta bukanlah hal yang mudah, apalagi mengurus pesta pernikahan anak raja. Kita dapat membayangkan betapa rumitnya mengurus undangan pesta seorang raja. Setelah diskusi di Matius 21 mengenai tuduhan Yesus kepada para ahli Taurat dan orang Farisi di Bait Allah Yerusalem, Yesus bercerita kepada khalayak ramai mengenai perumpamaan ini. Orang-orang yang mendengarnya belum pernah pergi ke pesta raja, namun bisa membayangkannya. Pesta perkawinan adalah sebuah tanda kehidupan sosial seseorang. Masuk ke Kerajaan Allah adalah sebuah pesta sukacita. Banyak orang berharap ikut merayakannya, seperti pernikahan Pangeran William dengan Catherine Middleton. Tentu pesta pernikahan mereka tidak sama dengan pesta Raffi dengan Gigi. Orang yang tidak diundang pun merasakan kegembiraan ini dan ikut menyambut mereka di jalan-jalan yang akan dilaluinya.

Para undangan yang sudah menyatakan “ya” diingatkan kembali akan pesta itu. namun mereka menolaknya. Mereka sepertinya masuk dalam daftar undangan tetap yang sudah ada, namun mereka punya banyak urusan. Mereka meneruskan pekerjaannya dan bahkan ada yang membunuh pembawa pesan raja (Mat. 22:6-8). Orang-orang Yahudi yang mendengarkan ini pasti bertanya-tanya, siapa yang berani menolak undangan raja. Sebuah undangan kerajaan pastilah kehormatan bagi yang mendatanginya. Namun, ternyata ada yang tetap menolaknya. Raja menghukum mereka yang membunuh pembawa pesannya, lalu mengundang yang lain untuk masuk ke pesta tersebut.

Orang-orang yang tadinya berdiri di jalan untuk menyambut pesta ini kemudian mendapatkan undangan yang begitu tidak disangka-sangka. Mereka yang tidak mendapat undangan akhirnya justru menerima kesempatan baik. Kerajaan Allah adalah untuk semua. Jika tadinya pesta itu terbatas untuk kaum terpilih, umat Israel, sekarang Allah mengundang semuanya untuk masuk ke pesta sukacita.

Namun ada insiden di akhir cerita. Ada seseorang yang datang namun tidak menggunakan pakaian pesta. Pakaian dalam perumpamaan ini berarti sikap hidup dan tingkah laku. Dalam cerita ini, seseorang yang telah diundang untuk masuk ke Kerajaan Allah, namun tidak menunjukkan kelakuan yang sesuai dengan penghuni lainnya, akan diusir. Kita harus menunjukkan bahwa kita adalah bagian dari Kerajaan Allah dengan menjadi berkat bagi yang lain.

Anda harus menggunakan pakaian yang tepat untuk pergi ke sebuah pesta. Anda menggunakan pakaian yang tepat, bukan untuk diri anda, melainkan untuk menghormati orang yang mengundang anda. Artinya, dalam pesta itu, ada seseorang yang tidak menghargai undangan yang diterimanya dan dia akhirnya dihukum. Meskipun yang diundang berasal dari jalanan, dia tetap harus mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam pesta sang raja.

Banyak orang yang dipanggil, tapi tidak semua yang datang. Mereka yang datang pun akhirnya harus diseleksi kesiapannya. Inilah inti dari perumpamaan pesta pernikahan putra raja yang diceritakan Yesus. Banyak yang dipanggil, sedikit yang terpilih. Mari bersiap-siap masuk ke pesta sukacita dengan mengenakan “pakaian” yang pantas untuk yang mengundang kita.

Binsar J. Pakpahan

 

 

 

Viewed 3168 times by 1387 viewers

It will be great to have your reply here